
Drama Penalti! Arsenal Singkirkan Como Usai Gol Indah Baturina
Drama Penalti! Arsenal Singkirkan Como Usai Gol Indah Baturina Dengan Berbagai Fakta-Fakta Menarik Di Dalamnya. Arsenal menutup rangkaian pramusim 2026/2027 denganDrama Penalti atas Como 1907. Bertanding di Emirates Stadium pada Rabu malam, 12 Agustus 2026 waktu setempat, The Gunners harus melewati adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit. Arsenal akhirnya menang 4-3 melalui babak tos-tosan tersebut. Pertandingan ini sekaligus menjadi laga penting bagi Arsenal sebelum menghadapi kompetisi resmi. Selain hasil akhir, perhatian penggemar tertuju pada debut Bruno Guimaraes serta penampilan Myles Lewis-Skelly. Di kubu lawan, Martin Baturina mencuri perhatian lewat gol indah yang membuat pertandingan semakin menarik. Arsenal langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal.
Gabriel Jesus bahkan sempat mengancam pertahanan Como pada menit keenam. Akan tetapi peluang tersebut belum menghasilkan gol. Setelah beberapa kali mencoba, tuan rumah akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-33. Gol Arsenal lahir setelah kesalahan distribusi bola dari kiper Como, Jean Butez. Myles Lewis-Skelly berhasil memanfaatkan situasi tersebut dan kemudian bekerja sama dengan Gabriel Martinelli sebelum menyelesaikan peluang menjadi gol. Arsenal pun unggul 1-0. Menariknya, Lewis-Skelly kembali menunjukkan bahwa dirinya masih menjadi pemain yang patut di perhitungkan dalam skuad Mikel Arteta. Gol tersebut juga menjadi salah satu momen penting dalam pertandingan terakhir pramusim Arsenal. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Como mampu merespons tekanan Arsenal sebelum babak pertama berakhir terkait dari Drama Penalti.
Baturina Cetak Gol Indah Untuk Como
Memasuki menit ke-43, Martin Baturina Cetak Gol Indah Untuk Como. Gelandang Como tersebut melakukan penetrasi dari sisi kiri menuju tengah sebelum melepaskan tembakan keras ke arah sudut atas gawang Arsenal. Kepa Arrizabalaga yang menjaga gawang Arsenal tidak mampu menjangkau bola. Skor pun berubah menjadi 1-1 menjelang turun minum. Gol Baturina menjadi salah satu momen paling menarik dalam pertandingan karena tercipta melalui aksi individu yang apik. Setelah jeda, Arsenal berusaha kembali mengendalikan permainan. Arteta melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan Bruno Guimaraes. Rekrutan anyar tersebut akhirnya menjalani debut bersama Arsenal. Dan langsung mendapat kesempatan tampil di lini tengah. Walaupun begitu, tidak ada gol tambahan hingga waktu normal berakhir. Karena laga pramusim ini menggunakan adu penalti untuk menentukan pemenang. Maka kedua tim akhirnya harus berhadapan dalam drama tos-tosan.
Arsenal Menang Dramatis Lewat Adu Penalti
Adu penalti berlangsung cukup menegangkan. Arsenal Menang Dramatis Lewat Adu Penalti. Noni Madueke menjadi satu-satunya pemain Arsenal yang tidak berhasil menjalankan tugasnya. Sementara itu, Como mengalami dua kegagalan. Alvaro Morata dan Ivan Smolcic sama-sama gagal menaklukkan David Raya. Kiper Arsenal tersebut tampil penting dalam menentukan hasil akhir pertandingan. Dengan demikian, Arsenal mengunci kemenangan 4-3 dalam adu penalti. Bruno Guimaraes juga sukses menjalankan tugasnya dari titik putih dalam debutnya. Christos Tzolis turut mencetak penalti untuk Arsenal. Sementara hasil akhir membuat The Gunners menutup pramusim dengan hasil positif.
Modal Arsenal Menatap Musim Baru
Kemenangan atas Como menjadi penutup Modal Arsenal Menatap Musim Baru. Meski pertandingan berakhir lewat penalti, laga tersebut memberikan sejumlah catatan bagi Arteta. Penampilan pemain muda seperti Lewis-Skelly menjadi sinyal positif. Di sisi lain, debut Guimaraes memberikan gambaran awal mengenai tambahan kekuatan Arsenal di lini tengah. Kehadiran pemain baru tersebut tentu akan menarik perhatian ketika kompetisi resmi di mulai. Bagi Como, pertandingan ini juga menjadi bagian dari persiapan mereka menghadapi musim baru. Tim asuhan Cesc Fabregas masih memiliki agenda pramusim berikutnya melawan Liverpool pada 16 Agustus sebelum memasuki kompetisi reguler. Dengan hasil 1-1 selama 90 menit dan kemenangan 4-3 melalui adu penalti, Arsenal akhirnya menutup pramusim dengan kemenangan. Gol indah Baturina memang sempat membuat The Gunners kesulitan. Akan tetapi ketenangan Arsenal di babak penalti menjadi pembeda. Kini, perhatian beralih kepada bagaimana Arteta. Dan skuadnya tampil ketika musim resmi benar-benar dimulai terkait dari Drama Penalti.