
3 Negara Yang Buka Puasanya Paling Lama
3 Negara Yang Buka Puasanya Paling Lama Dengan Berbagai Wilayah Yang Saat Ramadhan Waktu Berbukanya Lebih Dari Biasanya. Setiap bulan Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun menariknya, durasi puasa di setiap negara bisa berbeda-beda. Hal ini di pengaruhi oleh letak geografis dan posisi garis lintang suatu wilayah terhadap khatulistiwa. Semakin jauh sebuah negara dari garis khatulistiwa, semakin panjang waktu siangnya saat musim panas. Sehingga durasi puasanya pun menjadi lebih lama. Sebagai perbandingan, Indonesia yang berada dekat khatulistiwa rata-rata memiliki durasi puasa sekitar 12–13 jam.
Sementara itu, di negara-negara Eropa Utara, waktu berpuasa bisa mencapai lebih dari 18 jam. Oleh karena itu, pembahasan tentang 3 Negara yang buka puasanya paling lama selalu menarik perhatian setiap tahunnya. Selain faktor lintang geografis, musim juga sangat berpengaruh. Ketika Ramadan jatuh pada musim panas di belahan bumi utara, durasi puasa menjadi jauh lebih panjang di bandingkan musim dingin. Inilah yang membuat 3 Negara ini mengalami tantangan tersendiri dalam menjalankan ibadah puasa. Berikut ini adalah wilayah yang di kenal memiliki waktu buka puasa paling lama di dunia.
Islandia: Puasa Hingga 20 Jam Lebih
Salah satu negara dengan durasi puasa terpanjang adalah Islandia: Puasa Hingga 20 Jam Lebih. Negara yang terletak sangat dekat dengan Lingkar Arktik ini mengalami fenomena “midnight sun” atau matahari tengah malam saat musim panas. Dalam periode tersebut, matahari hampir tidak terbenam sepenuhnya. Di ibu kotanya, Reykjavik, waktu puasa bisa mencapai 20 hingga 22 jam ketika Ramadan bertepatan dengan musim panas. Artinya, umat Muslim di sana hanya memiliki waktu sekitar 2–4 jam untuk berbuka, salat tarawih, dan sahur sebelum kembali berpuasa. Meskipun jumlah Muslim di Islandia tidak sebanyak di negara mayoritas Islam, mereka tetap menjalankan ibadah dengan penuh semangat. Bahkan, sebagian ulama memberikan keringanan dengan memperbolehkan mengikuti jadwal puasa negara terdekat yang lebih moderat jika durasi dianggap terlalu berat. Dengan kondisi geografis yang ekstrem, Islandia sering disebut sebagai negara dengan waktu buka puasa paling lama di dunia.
Norwegia: Tantangan Puasa Di Dekat Kutub Utara
Selain Islandia, Norwegia: Tantangan Puasa Di Dekat Kutub Utara. Kota Tromsø yang berada di bagian utara bahkan mengalami matahari tidak terbenam selama beberapa minggu di musim panas. Dalam situasi tersebut, waktu puasa bisa mencapai 19 hingga 21 jam per hari. Bagi umat Muslim yang tinggal di sana, kondisi ini tentu menjadi ujian fisik dan mental yang tidak ringan. Namun demikian, komunitas Muslim di Norwegia biasanya mengatur jadwal ibadah dengan mengikuti fatwa lokal atau menggunakan jadwal dari kota yang lebih selatan seperti Oslo. Dengan cara ini, pelaksanaan ibadah tetap berjalan tanpa memberatkan secara berlebihan. Menariknya, pengalaman Ramadan di Norwegia justru mempererat solidaritas antarumat Muslim. Mereka sering mengadakan buka puasa bersama untuk saling menguatkan, terutama ketika durasi puasa terasa sangat panjang.
Finlandia: Siang Panjang, Buka Puasa Menjelang Tengah Malam
Finlandia: Siang Panjang, Buka Puasa Menjelang Tengah Malam. Terletak di Eropa Utara, Finlandia juga mengalami siang hari yang sangat panjang saat musim panas. Di Helsinki dan beberapa wilayah utara lainnya, durasi puasa dapat berlangsung sekitar 18 hingga 20 jam. Bahkan, waktu magrib bisa jatuh mendekati tengah malam. Situasi ini tentu sangat berbeda dengan negara-negara tropis seperti Indonesia. Walaupun demikian, umat Muslim di Finlandia tetap menjalankan ibadah dengan penuh keteguhan. Pemerintah setempat juga di kenal memberikan kebebasan beragama sehingga komunitas Muslim dapat melaksanakan Ramadan dengan nyaman. Wilayah yang buka puasanya paling lama umumnya berada di kawasan Eropa Utara dan dekat dengan Lingkar Arktik. Faktor geografis. Dan musim menjadi penentu utama panjangnya waktu berpuasa. Meskipun menghadapi tantangan berat, umat Muslim di negara-negara tersebut tetap menunjukkan keteguhan. Serta dengan solidaritas yang tinggi dalam menjalankan ibadah Ramadan terkait 3 Negara.